Kesepakatan Investasi Uni Eropa-China Gagal?

China kemungkinan telah menggagalkan sendiri prospeknya untuk mencapai sebuah persetujuan investasi dengan Uni Eropa. Hal itu terjadi karena China menjatuhkan penalti terhadap sejumlah politisi, peneliti, dan lembaga, termasuk seorang tokoh penting dari Partai Hijau Jerman, ketika menanggapi sanksi Uni Eropa baru-baru ini. 

Persetujuan komprehensif tentang Investasi, CAI, disepakati pada prinsipnya pada akhir tahun lalu tetapi masih harus diratifikasi oleh Parlemen Eropa, dimana dukungan Jerman sangat penting bagi diloloskannya persetujuan itu. 

Jajak pendapat baru memperlihatkan Partai Hijau, yang bersikap lebih keras terhadap China dibandingkan pemerintah Jerman, punya peluang bagus untuk memimpin pemerintahan berikutnya setelah pemilihan umum yang akan dilangsungkan pada September mendatang. 

Hal itu akan mengakibatkan kesepakatan investasi ini akan gagal, demikian kata anggota parlemen dari Partai Hijau Reinhard Buetikofer, yang memimpin Delegasi Parlemen Eropa untuk urusan hubungan dengan China dan muncul paling atas dalam daftar dari tokoh-tokoh Uni Eropa yang disasarkan oleh Beijing bulan lalu. 

Berbicara pada sebuah seminar virtual yang diselenggarakan oleh Brookings Institution, Buetikofer menambahkan bahwa dikenakan sanksi oleh China itu seperti “mendapat kehormatan.” 

Pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel yang negaranya punya investasi besar di sektor otomotif dan kimia di China, berusaha keras untuk menyelesaikan sebuah pakta investasi tentatif dalam minggu-minggu terakhir Desember. 

Hal ini telah memicu sebuah proses panjang di Eropa di mana persetujuan itu harus diteliti dan kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropa sebelum diajukan kepada Dewan Uni Eropa dan diratifikasi oleh Parlemen Eropa. 

Namun hubungan Uni Eropa dan China sangat memburuk pada 22 Maret setelah blok negara-negara Eropa mengumumkan larangan perjalanan dan pembekuan aset dari empat pejabat Eropa karena peran mereka dalam perlakuan buruk terhadap minoritas Uighur. 

China segera membalas dengan sebuah langkah sanksi lebih keras dan menyasarkan sejumlah anggota parlemen Uni Eropa, serta juga peneliti dan lembaga Eropa. [jm/ps]