Menhan Rusia Mengejek Peringatan Barat atas Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia, Selasa (27/4), mengatakan penarikan pasukan Rusia dari perbatasan dekat Ukraina tidak ada hubungannya dengan tekanan dari Barat. Dia menambahkan Moskow akan melakukan segala hal yang diperlukan untuk melindungi dirinya.

Menhan Sergei Shoigu juga mengungkapkan keprihatinannya dengan kehadiran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di dekat Rusia. 

Peningkatan kehadiran pasukan Rusia dekat Ukraina telah mencemaskan pihak Barat, yang secara kuat mendesak Kremlin agar menarik pasukannya. 

Shoigu yang memerintahkan pengurangan pasukan itu pada Kamis (29/4), setelah dilakukan latihan militer besar-besaran, mengejek seruan pihak Bart dan menyebutnya tidak pantas. 

“Ada yang memperingatkan kami bahwa kegiatan kami di wilayah kami sendiri akan ada konsekuensinya,” kata Shoigu. “Saya ingin menekankan bahwa kami menilai peringatan seperti itu tidak bisa diterima dan kami akan melakukan segala hal yang perlu untuk memastikan keamanan terselenggara di perbatasan kami.” 

Shoigu juga mengacu kepada pengerahan pasukan NATO di dekat Rusia sebagai sebab dari keprihatinan Moskow itu. 

“Kegiatan Amerika dan NATO untuk meningkatkan kesiagaan tempur dan peningkatan kehadiran mereka telah menyumbang pada peningkatan ancaman militer,” kata Shoigu, dan dia mencatat bahwa Moskow memantau secara cermat pengerahan pasukan dan persenjataan Amerika di Eropa. 

Armada Laut Hitam Rusia, Selasa (27/4), mengatakan kapalnya, peluncur misil Moskva, telah meninggalkan pelabuhan Sevastopol di Krimea untuk melakukan latihan peluncuran misil. Angkatan Laut Rusia mengatakan, aset-asetnya sedang memantau kapal Pengawal Pantai AS Hamilton yang berlayar ke dalam wilayah Laut Hitam pada Selasa (27/4). 

Minggu lalu, Rusia menutup sektor luas dari Laut Hitam dekat Krimea, dan melarang kapal perang asing berlayar disana sampai November. 

Peningkatan kegiatan militer Rusia ini datang di tengah-tengah peningkatan pelanggara gencatan senjata di Ukraina timur, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi pada skala besar. 

Konflik antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di Donbas, Ukraina timur, terjadi tidak lam setelah Moskow melakukan aneksasi Semenanjung Krimea. [jm/ps]