Pemilu Greenland Tunjukkan Perpecahan Terkait Logam Tanah Jarang

Greenland menggelar pemilihan awal parlemen, Selasa (6/4), sebagian berfokus pada apakah wilayah semiotonomi Denmark itu harus mengizinkan perusahaan internasional untuk menambang deposit substansial logam tanah jarang di pulau Arktika yang berpenduduk sedikit itu.

Pemilihan cepat itu dilakukan setelah Partai Demokrat kanan-tengah keluar dari koalisi pemerintahan tiga partai Greenland pada Februari, sehingga menyisakan pemerintah dipimpin oleh partai Forward kiri-tengah, disebut Siumut, dengan minoritas dalam majelis nasional, Inatsisartut yang menggenggam 31 kursi.

Perdana Menteri Greenland yang segera berakhir masa jabatan, Kim Kielsen didorong untuk memberi lampu hijau bagi tambang Kvanefjeld, proyek yang melibatkan uranium dan logam tanah jarang di selatan pulau itu. Tambang itu yang dikembangkan oleh Greenland Minerals, perusahaan milik China yang berbasis di Australia.

Kielsen dicopot dari posisi ketua partainya pada November. Penggantinya mengatakan ia menentang pemberian izin pertambangan kepada perusahaan itu, tetapi jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan partai oposisi, partai Komunitas Rakyat yang berhaluan kiri (Inuit Ataqatigiit) dan penentang kuat proyek tambang itu, dalam posisi menjadi partai terbesar dalam parlemen Greenland.

Pada siang hari, sekitar 41 ribu warga Greenland yang memenuhi syarat dapat memberikan suara mereka.[ka/jm]